Cloud Computing Potensi Bisnis saat Krisis

Cloud Computing Potensi Bisnis saat Krisis Cloud Computing Potensi Bisnis saat Krisis © jaguarpc.com

Jakarta, 2 Oktober 2013 – Melemahnya nilai tukar rupiah saat ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS), berdampak negatif terhadap industri teknologi informasi (TI) di Indonesia. Bisnis dan investasi di bidang TI sangat berkaitan erat dengan kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Nilai beli perangkat dan infrastruktur TI pun meninggi. Akibatnya, belanja modal alias capital expenditure (Capex) yang dikeluarkan perusahaan dan usaha kecil menengah (UKM) dalam menggunakan produk TI kian membesar. Beberapa perusahaan mulai melirik infrastruktur TI yang lebih hemat dan efisien. Sementara bagi UKM membangun infrastruktur TI terasa memberatkan

Hanya saja kondisi di atas bukan tidak bisa disiasati. President Director PT Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks), Adi Kusma mengatakan teknologi cloud computing dapat menjadi solusi bagi perusahaan dan UKM dalam menggunakan teknologi informasi. “Dalam situasi saat ini (depresiasi rupiah), cloud computing bisa menjadi solusi dalam menekan angka Capex. Karena pembelian infrastruktur TI sangat dipengaruhi kurs dolar AS,” ujarnya.

Menurut Adi, sosialisasi cloud computing dan pemanfaatannya, merupakan potensi bisnis di saat krisis nilai tukar. Sejatinya cloud computing mulai popular di Indonesia pada 2010. Bahkan secara tidak langsung, teknologi cloud computing telah digunakan jauh sebelumnya di Indonesia. Contohnya beberapa platform social media dan online game di Indonesia, sudah mengadaptasi sistem cloud computing.

Cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan). Teknologi ini merupakan layanan hosting berbasis virtualisasi, yang memungkinkan akses data dari manapun, termasuk melalui Internet publik. Cloud dapat menyimpan big data, baik enterprise data (data klien, produk, transaksi perdagangan) maupun sosial data seperti konten, teks, audio, video, dan gambar, bercampur menjadi satu. Sehingga membuat perusahan dan UKM dapat menyimpan data mereka tanpa harus membeli server atau infrastruktur TI yang mahal.

Adi memperkirakan di masa mendatang akan semakin banyak perusahaan dan konsumen yang menggunakan layanan cloud computing. Terlebih dengan semakin banyaknya pengguna ponsel pintar dan komputer tablet di Indonesia. Sebagian besar dari mereka akan memilih provider yang mampu mengakomodasi kebutuhan end to end, dari perangkat sampai infrastruktur. Dan yang paling penting adalah isu keamanan data user.

Biznet Cloud merupakan pilihan yang tepat. Adi berujar sebagai salah satu operator telekomunikasi dan multimedia terkemuka di Indonesia, mereka memberi penambahan tools disisi firewall, untuk meningkatkan sistem keamanan. Adapun layanan Biznet Cloud Server dengan kapasitas terendah saat ini adalah memori 1 Gigabyte (GB) dan 100 GB storage dengan tarif Rp 2,25 juta per bulan dan yang terbesar adalah memori 32 Gigabyte (GB) dan 100 GB storage dengan tarif Rp 14,5 juta per bulan. Apabila kapasitas yang diperlukan lebih besar dari yang telah disediakan, sistem Biznet Cloud dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Sejak diluncurkan tahun 2010 jumlah pelanggan Biznet Cloud semakin bertambah jumlahnya. Beberapa diantaranya seperti Startup company, perusahaan UKM, content provider, airlines dan e-commerce mempercayakan datanya pada layanan tersebut.

Worldwide Partner Conference yang beberapa pekan lalu diselenggarakan di Houston, Texas, AS, menyebut hasil riset Microsoft mengenai perkembangan dan keuntungan yang dapat diraih dari cloud computing. Riset tersebut menyatakan cloud computing berpotensi menghasilkan profit 1,6 kali lebih besar dibanding cara konvensional seperti menyimpan dalam data storage, serta mampu meningkatkan bisnis hingga 2,4 kali lebih cepat. Diprediksi pada tahun 2015 terdapat 915 jenis pekerjaan baru yang berhubungan dengan cloud computing. Pada tahun ini, cloud computing di Indonesia tumbuh 70% dibanding tahun 2012, kebanyakan dari mereka adalah perusahaan dan pebisnis.

Top News

Smartphone HTC One+, Dijadwalkan Rilis Bulan Maret

diwarta.com – HTC One+ jadi salah satu smartphone paling ditunggu kehadirannya. Hal ini dikarenakan smartphone yang satu ini kaya dengan fitur baru yang…

Zahfi Yuki Zahfi Yuki

Samsung Luncurkan Galaxy Grand Neo Februari 2014

Diwarta Techno – Samsung akan meluncurkan suksesor Samsung Galaxy Grand dengan tambahan nama Neo di belakangnya pada Februari mendatang. Seperti Diwartakan SammyHub (3/1/2014),…

Zahfi Yuki Zahfi Yuki

Ini Dia Galaxy S4 Active dalam Video

Smartphone Galaxy S4 Active ini disebut-sebut sebagai versi lain dari Galaxy S4 yang disebut-sebut sangat tangguh. Smartphone ini hadir didunia maya dalam bentuk…

Hafidz Firdaus Hafidz Firdaus

Bocoran Spesifikasi Tablet Lenovo Murah A5500 dan A7600

Lenovo ternyata diketahui telah mempersiapkan dua buah tablet Android terbaru yang diprediksi bakal beredar di pasaran pada kuartal pertama 2014 dengan harga murah….

Zahfi Yuki Zahfi Yuki

Inikah Wajah Ponsel Facebook?

Facebook dikabarkan tengah menyiapkan ponsel khusus yang berkolaborasi dengan HTC dimana nantinya menggunakan sistem operasi Android. Seperti diwartakan dari laman Techradar, Kamis (4/4/2013),…

Zahfi Yuki Zahfi Yuki

Canon Dikabarkan Rilis Penerus PowerShot – Canon G1X

Ditengah-tengah persaingan dalam dunia elektronik, kini kanon tak ingin ketinggalan dalam teknologinya yang terkenal dengan kamera digital. Diwartakan dari SlashGear pada hari Jum’at…

Yoan Allawy Yoan Allawy